Al-Viraal

Dan tiadalah Kami mengutusmu, melainkan untuk (menjadi) rahmat bagi semesta alam. (Qs Al-Anbiya [21]: 107)

Siapa Ustadz Abdul Somad LC? – Ustaz Azhar Idrus




Like it? Share with your friends!

21 Comments

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  1. UAS adalah ustad spesialis mazhab, hal yang paling dicari secara kita yang muslim tapi belum mengerti sepenuhnya, datang dengan memberi ilmu masalah khilafiah, membahas satu masalah dengan perbandingan mazhab bukan membid'ahkan dengan sumber yang beliau kumpulkan

  2. hahahaha mantep pak, (kalo kite tak reti kite tak jawab) 👍👍👍👍👍
    salah 1 kata yg sangat pas, tau cakap tau, tak tau cakap tak tau, tak macem org2 tu, banyak yg sok tau 😬😬😬
    "SALAM DARI MELAYU BANGKA BELITUNG" assalamualaikum

  3. เห่าห่อนยิ่งกว่าหมา_ไอ้หมาบิดอะ/เชื้อสายหมาตอรีเกาะของแท้ชนเผ่าหมาบิดอะ/เล่นกีต้าด้วยสุดโคตดเฮึ้ยเลย

  4. ILMU KALAM FAKTOR KESESATAN DAN KERAGUAN.

    Abu Hamid Al Gazali –rahimahullah- menjelaskan dampak buruk ilmu kalam secara jelas seraya berkata,

    “Dan adapun manfaat ilmu kalam kemungkinan diduga bahwa faedahnya adalah menyingkap hakekat (permasalahan) dan mengetahuinya sebagaimana adanya, jauh sekali (dari kebenaran) tidaklah ada dalam ilmu kalam yang bisa memenuhi keinginan yang mulia ini, bahkan penyimpangan dan kesesatan lebih banyak didalamnya dari pada menyingkap (kekekat) dan mengenalnya. Mungkin nasehat seperti ini kalau seandainya engkau mendengarnya dari seorang ahli hadits atau ahli sunnah tentu terbetik dalam hatimu bahwa “manusia adalah musuh apa tidak mereka ketahui’. Namun dengarkanlah hal ini dari seorang yang menyelami ilmu kalam dan berkelana panjang sehingga sampai kepada puncaknya ahli kalam, dan telah meyakini (secara pasti) bahwa jalan untuk (menyingkap) hakikat keilmuan dari jalur ini adalah buntu (tertutup).” (Ihya’ Ulumuddin 1/97 dan lihat “Syarh Ath Thohawiyyah” hlm: 205)

    Bahkan Abu Hamid Al Gazali sendiri diakhir kehidupannya dirundung keraguan dan kebingungan dalam perkara-perkara ilmu kalam, lalu ia tinggalkan metode tersebut (ilmu kalam dan filsafat) dan mulai mempelajari hadits-hadits Rasul shalallau’alaihi wasallam. Dan ia meninggal sedang Shohih Bukhari diatas dadanya. ( Lihat “Syarh al aqidah ath thohawiyyah” hlm: 208)

    Beliau juga berkata,
    “Manusia yang banyak keraguannya tatkala datang kematian adalah ahlulkalam.”(Di nukil oleh Syeikhul islam dalam “majmu’ fatawa” 4/28)

    Berikut sebagian dari perkataan fakar ilmu kalam dari kalangan ulama Syafi’iyyah yang mengungkapkan keraguan dan penyesalan mereka dari mempelajari ilmu kalam/filsafat:

    Imamul Haromain al-Juwaini beliau berkata,
    “Wahai sahabat-sahabatku, janganlah kamu sibuk dengan ilmu kalam. Seandainya saya tahu bahwa hasil ilmu kalam adalah seperti yang menimpa diriku, niscaya saya tidak akan menyibukkan diri dengan ilmu kalam.” (Al-Mantsur Minal Hikayat was Sualat hlm. 51 oleh Al-Hafizh Muhammad bin Thohir al-Maqdisi. Dan lihat “Syarh Ath thohawiyyah” hlm: 209)

    Demikian juga Fakhruddin ar-Rozi, pakar ahli kalam, beliau pernah mengatakan diakhir hayatnya:

    Akhir dari mengedepankan akal hanyalah kemandegan Kebanyakan usaha manusia adalah kesesatan Ruh yang ada di badan kami selalu dalam kegundahan Ujung dari dunia kami adalah kemurkaan Kami tidak memetik hasil apa pun sepanjang umur Selain hanya mengumpulkan kabar burung. Sungguh aku telah memperhatikan metode-metode ilmu kalam dan teori teori filsafat maka saya tidak mendapatkannya sebagai penyembuh rasa sakit dan pelepas dahaga, dan saya mendapatkan bahwa metode yang paling dekat (benar) adalah metode Al Qur’an. Barangsiapa yang mencoba seperti pengalamanku maka ia akan tahu seperti pengetahuanku.” (Lihat Dar'u Ta’arudh al-’Aql wan Naql 1/159-160 oleh Ibnu Taimiyah, Thabaqat asy-Syafi’iyah 2/82 oleh Ibnu Qadhi Syuhbah dan “Syarh Ath Thohawiyyah” hlm: 208-209)

    Demikian pernyataan sebagian pakar ilmu kalam/filsafat yang menjelaskan akan bahaya, kesesatan, kebatilan dan keraguan yang disebabkan oleh mempelajari ilmu kalam. Maka renungilah dan ambillah pelajaran dan ibroh wahai orang-orang yang berakal. Semoga Allah merahmati imam Syafi’i yang mengatakan,

    ‎(ما رأيت أحدا ارتدى الكلام فأفلح، ولأن يبتلي المرء بكل ذنب نهى الله عنه ما خلا الشرك، خير له من يبتلي بالكلام).

    "Saya tidak mendapatkan seseorang yang menggunakan (ilmu) kalam yang beruntung, dan sekiranya seseorang diberi cobaan dengan (melakukan) seluruh dosa selain syirik tentu lebih baik baginya daripada diuji dengan (mempelajari) ilmu kalam.”

    Demikian, semoga Allah Ta’ala membimbing kita semua untuk selalu berpegang teguh kepada Al Qur’an dan sunnah serta pasrah kepada keputusan Allah dan Rasul-Nya, dan diberi akal yang sehat dan jernih untuk memahami syari’at yang sempurna, dan diselamatkan dari kesesatan dan kebatilan ahlulkalam dan filsafat yang mengkultuskan akal/logika semata. Aamiin.

  5. Telah mutawatir dari Imam Syafi’i bahwa beliau mencela ilmu kalam dan ahli kalam. Beliau adalah seorang yang semangat dalam mengikuti atsar (sunnah) baik dalam masalah aqidah atau hukum fiqih.

    Hukumanku bagi ahli kalam adalah dipukul dengan pelepah kurma, dan dinaikkan di atas unta, kemudian dia kelilingkan ke kampung seraya dikatakan pada khayalak: Inilah hukuman bagi orang yang berpaling dari Al-Qur’an dan sunnah lalu menuju ilmu kalam/filsafat

  6. Kami Seluruh Umat Islam Malaysia & Indonesia ☝🏻 Bangga Mempunyai Tokoh-Tokoh Agama Seperti UAI & UAS ✨ Semoga Allah Berikan Perlindungan Kepada Mereka Amin Amin Amin 🤲🏻😇

Choose A Format
Story
Formatted Text with Embeds and Visuals
Image
Photo or GIF
Gif
GIF format
Meme
Upload your own images to make custom memes
Video
Youtube, Vimeo or Vine Embeds
Poll
Voting to make decisions or determine opinions

Send this to a friend